DINAS KESEHATAN KABUPATEN BELITUNG

Jl. Jenderal Sudirman Tanjungpandan - Belitung
Kep. Bangka Belitung
Telp : 0719-21042
E-mail : dinkesbelitung@gmail.com

 

Artikel

PENYAKIT DIARE

21 November 2016

PENYAKIT DIARE

 


Anak kecil sangat mudah terkena diare , karena masih lemahnya organ pencernaan mereka sehingga untuk mengolah makanan yang melebihi ukuran mereka maka akan mudah terjadi gangguan diare. Diare sangat mudah muncul di tempat-tempat yang kurang higienis yang menulari sumber penyakit diare melalui makanan oleh sebab itu sudah sepatutnya makanan dan kehigienisan tempat serta lingkungan menjadi perhatian utama para orang tua agar sang anak terhindar dari penderitaan diare.

  1. Pengertian Diare

Penyakit Diare biasa disebut dengan kata "mencret" atau diarrhea dalam bahasa inggris,  Diare adalah sebuah gangguan pada pencernaan di mana tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair dan terjadi dalam 24 jam sedikitnya 3-7 kali.

Biasanya disertai sakit perut dan seringkali mual dan muntah. Ada beberapa kondisi lain yang melibatkan tapi tidak semua gejala diare, dan definisi resmi medis dari diare adalah defekasi yang melebihi 200 gram per hari.

Diare akut

Diare Akut adalah Diare yang terjadi sampai dengan 7 hari, kemudian diare berlanjut atau berlangsung hingga 8-14 hari dan dikatakan sebagai Diare Kronis jika terjadi lebih dari dua minggu, di Indonesia lebih banyak diare akut dibandingkan diare kronis yang menyerang penderitanya.

Diare pada bayi

Diare pada bayi kebanyakan terjadi karena konsumsi susu , bisa jadi susu yang dikonsumsi tidak cocok , bukan takaran si bayi , mengkonsumsi susu yang sudah terkontaminasi dengan udara (meski susu yang udah di campur air dimasukkan dalam lemari es ) dan atau menggunakan botol susu yang kurang bersih dalam proses pencuciannya sehingga masih ada kuman yang menempel.

Seringkali bayi yang tidak diberikan ASI secara penuh 4-6 bulan pada pertama kehidupan memiliki resiko untuk menderita diare lebih besar dari pada bayi yang diberi ASI penuh dan kemungkinan menderita dehidrasi berat juga lebih besar. Dalam ASI mangandung antibodi yang dapat melindungi kita terhadap berbagai kuman penyebab diare seperti Sigella dan V. Cholerae.

Diare pada anak

Diare pada anak seringkali terjadi karena salah makan atau akibat jajan makanan yang kurang sehat dan higienis. Diare pada anak terjadi karena diare ditularkan dengan berbagai cara yang biasa disebut 4F:

  1. Finger (jari) : Sudah jamak jika balita atau anak-anak kecil sangat suka memasukkan jarinya kedalam mulut dan atau mengisap jempol. Pada saat itulah kemungkinan besar dapat terjadinaya kontaminasi virus , kuman , bakteri , parasit dan micro-organisme lainnya.
  2. Food (makanan) : Makanan atau susu yang sudah terlalu lama terkena udara , makanan yang dimasak tidak matang , makanan yang berada di tempat yg tidak higienis adalah tersangka terjadinya diare pada anak.
  3. Feces (fasesan/tinja) : Feces adalah kotoran yang berisi penyakit , oleh sebab itu wajib dibersihkan dengan benar-benar bersih karena menjadi sumber penyakit.
  4. Fly (lalat) : Lalat banyak hinggap ditempat-tempat kotor seperti tempat sampah , makanan yang tidak ditutup rapat sangat mudah dihinggapi oleh lalat sehingga terjadi perpindahan sumber penyakit dari sampah ke makanan. Dan ini perlu diwaspadai dan diperhatikan karena menjadi sumber terjadinya diare kepada anak.
  1. Penyebab Diare

Diare pada anakdisebabkan sebagian besar oleh infeksi rotavirus sekitar 90%,dan 10% sisanya disebabkan oleh bakteri, kuman, virus, jamur dan alergi pada makanan tertentu bisa juga keracunan makanan. Pada umumnya memakan secara berlebihan terlebih makanan yang asam, pedas, atau bersantan sekaligus adalah salah satu penyebab diare juga karena membuat kinerja usus berlebihan.

Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu. Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.

  1. Gejala Diare

Beberapa gejala penyakit diare dapat langsung dikenali atau dirasakan oleh penderita. Diantara gejala tersebut adalah:

  1. Buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan
  2. Tinja yang encer dengan frekuensi 4 x atau lebih dalam sehari
  3. Pegal pada punggung, dan perut sering berbunyi
  4. Mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh)
  5. Diare yang disebabkan oleh virus dapat menimbulkan mual dan muntah-muntah
  6. Badan lesu atau lemah
  7. Panas
  8. Tidak nafsu makan
  1. Beberapa cara penggulangan diare antara lain :
  1. Meminum oralit atau dapat membuatnya sendiri dengan melarutkan 1 sendok teh garam dan 8 sendok teh gula dalam 1 liter air matang.
  2. Jaga hidrasi dengan elektrolit yang seimbang. Ini merupakan cara paling sesuai di kebanyakan kasus diare, bahkan disentri. Mengkonsumsi sejumlah besar air yang tidak diseimbangi dengan elektrolit yang dapat dimakan dapat mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit yang berbahaya dan berakibat fatal
  3. Mencoba makan lebih sering tapi dengan porsi yang lebih sedikit, frekuensi teratur, dan jangan makan atau minum terlalu cepat.

Menjaga kebersihan dan isolasi: Kebersihan tubuh merupakan faktor utama dalam membatasi penyebaran penyakit

  1. Pencegahan Diare

Karena tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering melakukan kontak langsung dengan benda lain, maka sebelum makan disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun. Sebuah hasil studi Cochrane menemukan bahwa dalam gerakan-gerakan sosial yang dilakukan lembaga dan masyarakat untuk membiasakan mencuci tangan menyebabkan penurunan tingkat kejadian yang signifikan pada diare.

 

Sumber : James Chin, MD, MPH


 


 

Baca Juga

POSYANDU LANSIA

06 Februari 2017

PENYAKIT DIARE

21 November 2016

OBESITAS (KEGEMUKAN)

14 November 2016

BAHAYA MEROKOK

7 November 2016

SKRINING PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA KURUS

05 Agustus 2016