DINAS KESEHATAN KABUPATEN BELITUNG

Jl. Jenderal Sudirman Tanjungpandan - Belitung
Kep. Bangka Belitung
Telp : 0719-21042
E-mail : dinkesbelitung@gmail.com

 

Artikel

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu MR??????

05 Juni 2018

Apa itu MR?

MR adalah singkatan dari Measles Rubella (MR) apa itu Measles? Measles adalah penyakit campak yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui batuk dan bersin. Penyakit ini akan sangat berbahaya apabila disertai komplikasi pneumonia, diare ,meningitis dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Sedangkan Rubella adalah penyakit  akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan. Akan tetapi yang menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat adalah efek teratogenik  apabila menyerang wanita hamil trimester pertama .karena hal ini dapat menyebabkan abortus (keguguran), kematian janin atau sindrom rubella kongenital (kongenital Rubella syndrome /CRS) pada bayi yang dilahirkan.

Bentuk Kelainan pada CRS adalah :

  • Kelaianan jantung
  • Kelainan pada mata
  • Kelainan pada pendengaran
  • Kelainan pada system saraf pusat
  • Kelainan lain.

Di Indonesia penyakit campak dan Rubella merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan efektif. Data surveilans selama lima  tahun terakhir menunjukkan 70% kasus Rubella terjadi pada kelompok usia <15 tahun .  Angka kejadian CRS pada negara yang belum mengintroduksi vaksin rubella diperkirakan cukup tinggi. Pada tahun 1996 diperkirakan sekitar 22.000 anak lahir dengan CRS di region Afrika,sekitar 46.000 diregio Asia Tenggara dan 12.634 diregio Fasifik Barat. Insiden CRS pada region yang telah mengintroduksi vaksin rubella selama tahun 1996 -2008 telah menurun.  

Sementara di Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella /CRS pada tahun 2020.

Strategi yang dilakukan untuk pencapaian tersebut dengan :

  1. Penguatan Imunisasi rutin untuk mencapai cakupan imunisasi campak > 95% merata di semua tingkatan.
  2. Pelaksanaan Crash program campak pada anak usia 9 – 59 bulan di 185 kabupaten /kota pada bulan agustus – September 2018.
  3. Pelaksanaan kampanye vaksin MR pada anak usia 9 bulan hingga 15 tahun secara bertahap dalam 2 fase sebagai berikut :
  • Fase 1 bulan Agustus – September 2017 di seluruh Pulau Jawa
  • Fase 2 bulan Agustus – September 2018 diseluruh pulau Sumatera , pulau Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa tenggara, Maluku dan Papua.
  1. Introduksi vaksin MR ke dalam program imunisasi pada bulan Oktober 2017 dan 2018
  2. Surveilans campak Rubella berbasis kasus individu / Case based measles Surveilance (CBMS)
  3. Surveilance Sentinel CRS di 13 RS
  4. KLB campak di Investigasi secara bpenuh (fully investigated)

 

Berdasarkan data surveilans dan cakupan imunisasi , apabila imunisasi campak rutin saja belum cukup untuk mencapai target eliminasi campak. Sedangkan untuk akselerasi pengendalian Rubella /CRS perlu dilakukan kampanye imunisasi tambahan sebelum introduksi vaksin MR kedalam imunisasi rutin. Untuk itu diperlukan kampanye pemberian imunisasi MR pada anak usia 9 bulan sampai dengan usia <15 tahun. Dan pemberian Imunisasi MR pada usia 9 bulan - < 15 tahun dengan cakupan tinggi (minimal 95%) dan merata diharapkan akan membentuk imunitas kelompok, sehingga dapat mengurangin transmisi virus keusia yang lebih dewasa dan melindungi kelompok tersebut ketika memasuki usia reproduksi.

 

Pada tahun 2018 kabupaten Belitung yang masuk dalam regional sumatera melakukan Kampanye serta pelaksanaan MR ini. Kegiatan ini diawali dengan pelaksanaan Sosialiasi kampanye MR ke  petugas kesehatan se Pulau Belitung pada awal  April 2018. Sosialisasi ini diikuti  100 orang peserta dengan narasumber dari kementerian Kesehatan RI serta dari Dinas kesehatan Provinsi kepulauan Bangka Belitung. Dalam kegiatan sosialisasi ini petugas diberikan pengetahuan tentang situasi Imunisasi di provinsi kepualauan Bangka Belitung,Rencana pelaksanaan kampanye serta pelaksanaan Imunisasi MR pada bulan agustus dan September 2018, serta tatacara pelaporan kegiatan  imunisaui MR berbasis website, serta monitoring dan Evaluasi .

Tujuan  dari pelaksanaan kampanye imunisasi MR adalah untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella /CRS tahun 2020. Namun secara khusus kampanye Imunisasi  MR ini adalah

  • untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap campak dan Rubella secara cepat,
  • memutuskan transmisi virus campak dan rubella
  • menurunkan angka kesakitan campak dan rubella
  • Menurunkan angka kejadian CRS.

 

Pada tahun ini pelaksanaan MR di kabupaten Belitung akan dilaksanakan mulai bulan agustus  dari mulai tanggal 1 sd 31 Agustus 2018 , secara serentak pemberian imunisasi   Dilaksanakan  di  PAUD, Taman kanak – kanak, SD, SMP sederajat bagi anak usia sekolah. Pada bulan September (1 sd 30 September 2018)  pemberian di berikan pada anak yang tidak bersekolah tetapi termasuk dalam golongan umur 9 bulan - <15 tahun di Pos – pos pelayanan imunisasi  yang telah disediakan yaitu di Posyandu , Puskesmas , Puskesmas pembantu , Poskesdes , Rumah sakit dan Fasyankes lainnya.

Target /sasaran untuk kampanye MR tahun ini sebanyak  51.415  orang. Dengan rincian :

1.Puskemas tanjungpandan                sebanyak  13896 orang

2. Puskesmas Air saga                         sebanyak  11661 orang

3. Puskesmas Perawas                        sebanyak      4500 orang

4. Puskesmas Sijuk                              sebanyak     4756 orang

5.Puskesmas tanjung Binga                sebanyak     3441 orang

6. Puskesmas membalong                  sebanyak    3730 orang

7.Puskesmas Simpang rusa                 sebanyak    3454 orang

8. Puskesmas badau                            sebanyak    4278 orang

9.Puskesmas Selat nasik                     sebanyak     1735 orang

 

Seiring dengan pelaksanaan kampanye MR ada tahapan pemantauan dan penanggulangan KIPI (Kejadian Ikutan pasca Imunisasi)

KIPI merupakan kejadian medik yang diduga berhubungan dengan imunisasi. Kejadian dapat berupa reaksi vaksin, kesalahan prosedur, koinsiden, reaksi kecemasan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan.

  1. Vaksin MR adalah vaksin yang sangat aman, namun seperti sifat setiap obat memiliki reaksi simpang yang mungkin terjadi adalah reaksi local seperti nyeri, bengkak  dan kemerahan dilokasi suntikan serta reaksi sistemik berupa ruam atau rash, demam, dan malaise. Reaksi ini akan sembuh dengan sendirinya.
  2. KIPI terkait kesalahan prosedur dapat terjadi. Oleh karena itu persiapan system pelaksanaan terdiri dari petugas yang kompeten, peralatan yang lengkap dan petunjuk teknis yang jelas.
  3. KIPI terkait reaksi kecemasan mungkin terjadi pada anak . dan kejadian dapat terjadi karena usia pada kampanye MR sampai dengan usia 15 tahun. Reaksi ini yang mungkin timbul seperti pingsan yang gejalanya mirip reaksi anafilaksis.
  4. KIPI yang tidak terkait dengan Vaksin atau koinsiden harus diwaspadai. Untuk itu penapisan status kesehatan anak yang akan diimunisasi harus dilakukan seoptimal mungkin.

 

Pemantauan kasus KIPI dimulai langsung setelah imunisasi, selanjutnya Puskesmas menerima laporan KIPI dari masyarakat/Ortu/ kader. Apabila ditemukan dugaan KIPI serius segera dilaporkan ke Dinas Kesehatan kabupaten untuk dilakukan pelacakan. Hasil pelacakan dilaoprkan ke Pokja /Komda PP-KIPI untuk dilakukan analisis kejadian, tindak lanjut kasus.

 

Tahapan Monitoring dan Evaluasi pada pelaksanaan kegiatan untuk mengetahui hasil dibandingkan target atau standar yang telah ditetapkan dengan menggunakan format RCA (Rapid Convinience Assement) atau format penilaian cepat dan format laporan hasil.

Kegiatan monitoring dan evaluasi harus dapat mengidentifikasi pencapaian hasil kegiatan seperti Cakupan di wilayah, pemakaian logistic, dan masalah yang dihadapi pada saat pelaksanaan, termasuk identifikasi kasus KIPI yang terjadi serta aspek penyebabnya.

Pelaksanaan RCA  ini  ditujukan pada 20 rumah yang memiliki sasaran  usia 9 bulan - <15 tahun.

 

 Mudah – mudahan dengan pelaksanaan kampanye imunisasi  MR ini  bisa berjalan sesuai yang diharapkan dan dapat mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella /CRS.. AMIIIIN…