DINAS KESEHATAN KABUPATEN BELITUNG

Jl. Jenderal Sudirman Tanjungpandan - Belitung
Kep. Bangka Belitung
Telp : 0719-21042
E-mail : dinkesbelitung@gmail.com

 

Info Kesehatan

KESEHATAN PRODUKSI CALON PENGANTIN

14 Juni 2017

Status Kesehatan perempuan di Indonesia saat ini masih rendah, hal ini ditandai antara lain dengan masih tingginya persentase Kurang Energi Kronis (KEK) pada wanita Usia Subur (WUS) Sebesar 20,8 %, anemia pada perempuan sebesar 23,9%, dan pada ibu hamil 37,1% serta kehamilan pada usia remaja usia 15 – 19 tahun sebesar 48/1000 perempuan, sebagian besar kasus AIDS terjadi pada usia produktif 20 – 49 tahun dan  68 % terjadi pada perempuan,   

Selain Status kesehatan perempuan status kesehatan laki-laki juga mempunyai peran yang penting dalam mendukung kehamilan yang sehat, antara lain memiliki status gizi yang baik, tidak berperilaku seksual berisiko, dan bebas NAPZA, oleh karena itu sebelum memasuki  jenjang pernikahan sangat dianjurkan bagi catin untuk memeriksakan kesehatannya ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan bagi catin oleh tenaga kesehatan agar setiap catin mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi    maka diperlukan dukungan dan kerjasama penyuluh pernikahan di KUA dan lembaga agama lainnya untuk memotivasi catin agar memeriksakan kesehatannya ke fasilitas pelayanan kesehatan

Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi dan proses reproduksi, ada beberapa hal yang harus diketahui catin untuk   menjaga kesehatan reproduksi  diantaranya

  1. Catin perlu mengetahui informasi kesehatan reproduksi untuk menjalankan proses, fungsi dan perilaku reproduksi yang sehat dan aman
  2. Catin perempuan akan menjadi calon ibu yang harus mempersiapkan kehamilannya agar dapat melahirkan anak yang sehat dan berkualitas
  3. catin laki-laki akan menjadi calon ayah yang harus memiliki kesehatan yang baik dan berpartisipasi dalam perencanaan keluarga, seperti menggunkan alat kontrasepsi yang mendukung kehamilan dan persalinan yang aman
  4. laki-laki dan perempuan mempunyai resiko masalah kesehatan reproduksi terhadap penularan penyakit, perempuan lebih rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi yang terjadi pada saat berhubungan seksual, hamil, melahirkan, nifas, keguguran, dan pemakaian alat kontrasepsi. Ini di karenakan stuktur alat reproduksinya lebih rentan secara sosial maupun fisik terhadap penularan infeksi menular seksual (IMS) termasuk HIV
  5. laki-laki dan perempuan mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk menjaga kesehatan reproduksi   

     

    Pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin sangat perlu dilakukan, ini untuk menentukan status kesehatan agar dapat merencanakan dan mempersiapkan kehamilan yang sehat dan aman, pemeriksaan kesehatan yang diperlukan meliputi. 

  • Anamnesis (wawancara oleh tenaga kesehatan)
  • Pemeriksaan Fisik (terutama status gizi)
  • Pemeriksaan penunjang (laboraturium
  • Status Imunisasi Tetanus Teksoid/TT(Status T)

Sementara itu pemeriksaan fisik perlu dilakukan oleh calon pengantin untuk mengetahui dan mengidentifikasi status kesehatan melalui pengukuran atau pemeriksaan

  1. Denyut nadi
  2. Frekwensi nafas
  3. Tekanan darah
  4. Suhu tubuh
  5. Seleuruh tubuh.

Sedangkan pemeriksaan status gizi dilakukan untuk mengetahui dan mengidentifikasi status gizi dan deteksi awal anemia, melalui pengukuran dan pemeriksaan

  1. Berat badan
  2. Tinggi badan
  3. LILA (Lingkar lengan atas)
  4. Tanda tanda anemia

 

Selain itu pemeriksaan penunjang (laboraturium) yang ddiperlukan oleh calon pengantin  antara lain :

  1. Pemeriksaan darah
  • Hemoglobin (Hb)
  • Golongan darah
  1. Dalam kondisi tertentu/saran dokter juga dapat dilakukan pemeriksaan laboraturium
  • Gula darah
  • HIV
  • IMS (Spilis)
  • Hepatitis
  • TORCH
  • Malaria (bagi dareah endemis)
  • Thalasemia

Dan pemeriksaan lain bila dianggap perlu